Bulan Desember adalah bulan spesial bagi orang-orang Kristen, bulan sukacita kita semua, karena di bulan ini, kita merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia, dalam peristiwa Natal. Karena sebagian keluarga jemaat juga mengadakan acara-acara spesial untuk merayakan Natal, Persekutuan Usia Indah (Usindah) GKI Gading Serpong hanya mengadakan tiga kali persekutuan dalam bulan ini. Persekutuan Rabu, 17 Desember 2025 merupakan persekutuan terakhir di tahun 2025 bagi jemaat Usindah GKI Gading Serpong, yang seperti biasanya, diadakan di Aula Kana, gedung Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat Blok AG 15 No 16.
Tema “Yesus Hidup di antara Kita”, yang disampaikan oleh Pdt. Pramudya Hidayat, didasari Yohanes 1:1–14. Pdt. Pramudya mengingatkan, Tuhan Yesus lahir ke dunia agar Ia dapat hidup dalam realitas sebagai manusia. Ia diam di antara kita, bukan sekedar singgah. Ketika tubuh tidak lagi sekuat dulu, ketika ingatan mulai melemah, ketika dunia terasa berubah terlalu cepat, Tuhan Yesus tetap tinggal, penuh kasih karunia dan kebenaran. Untuk mengingatnya, Pdt. Pramudya mengajak jemaat usindah untuk membaca ulang Yohanes 1:14.
Pemimpin pujian pada persekutuan hari itu adalah Fifi, yang mengajak jemaat untuk memulai persekutuan tepat pada pukul 10.00 WIB. Dengan pemusik Yanty Suhendra, serta singer kakak beradik Hetty dan Julianti Suryaputra, suasana persekutuan hari itu sungguh terasa berbeda. Sebelum memulai persekutuan, Linda membacakan pesan Natal bagi jemaat usindah. Lagu-lagu yang dinyanyikan juga lagu-lagu Natal, yang membuat jemaat semakin menghayati kelahiran Kristus. Begitu juga kesaksian pujian dari VG Eben Haezer, yang membawakan lagu “Kesukaan bagi Dunia” dan mengajak jemaat untuk bersama-sama menyanyikan lagu tersebut. Setelah persekutuan selesai, Fifi mengajak jemaat menyanyikan lagu “Selamat Hari Natal” dan “We Wish You Merry Christmas”, sambil bersalam-salaman dengan teman-teman yang ada di sekitarnya.
Selain menyiapkan dekorasi Natal, pengurus juga mengajak jemaat mengenakan pakaian dengan warna bernuansa Natal, seperti merah, hijau, atau putih. Setelah selesai persekutuan, juga diadakan perjamuan kasih dalam setiap kelompok Membaca dan Memahami Alkitab (MMA). Sebelumnya, meja kursi sudah ditata sedemikian rupa, sehingga setiap anggota MMA duduk melingkar, mengelilingi meja kelompoknya. Jemaat yang tidak mengikuti MMA duduk di bagian belakang, yang tidak ada mejanya. Pengurus juga menyiapkan makanan untuk acara berbagi bersama teman-teman kelompok MMA, berupa gelato, apel-apel kecil, juga beberapa macam kue.
Jumlah anggota kelompok MMA yang hadir hari itu sebanyak 114 orang, sedangkan jemaat yang bukan anggota MMA sebanyak 45 orang. Jadi, total jemaat yang hadir adalah 149 orang. Dengan adanya acara kebersamaan peserta MMA ini, diharapkan hubungan sesama anggota MMA makin akrab, dan jemaat yang belum mengikutinya juga tertarik untuk bergabung.