Setelah sekian tahun tidak diadakan, sungguh suatu anugerah, Mei tahun ini retret guru sekolah Minggu (GSM) diadakan kembali. Retret kali ini mengambil tema “3R (Reconnect, Recharge, Refresh)”, yang memiliki makna kembali terhubung dengan Tuhan dan sesama pelayan (reconnect), menerima kekuatan dan semangat baru dari Tuhan (recharge), dan dipulihkan hati dan pikiran untuk melayani dengan sukacita (refresh). Mengapa? Karena adanya kebutuhan para pelayan di Sekolah Minggu GKI Gading Serpong, yang membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dari rutinitas pelayanan, datang kembali kepada Tuhan, dipulihkan, dan dikuatkan.
Retret mengambil tempat di Hotel Green Forest Bogor, bertepatan dengan hari libur nasional, yang jatuh pada Jumat–Sabtu, 1–2 Mei 2026. Diharapkan, di hari libur tersebut banyak rekan-rekan yang bekerja dan masih sekolah/kuliah dapat bersama-sama mengikuti kegiatan retret.
Ada empat pembicara dalam retret kali ini, yaitu: Pnt. Maya Waloni, Pdt. Danny Purnama, Pdt. Alex Nanlohy (dari GPIB Kelapa Gading dan staf Perkantas), dan Christy Rika Elvira Zulkarnaen (Kader Pendeta GKI yang sedang magang di GKI Gading Serpong). Keempatnya Tuhan pakai dengan luar biasa untuk memberkati semua rekan-rekan GSM.

Menikmati Welcome Drink Segar, Sesaat Setelah Tiba di Hotel (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Hari Pertama
ASM Zaman Now
Kebaktian pembukaan dilayani oleh Pnt. Maya Waloni. Penatua pendamping Komisi Anak GKI Gading Serpong, Pnt. Daniel Surya Kusuma memimpin doa pembuka. Firman Tuhan diambil dari 2Korintus 5:15, yang mengingatkan peserta untuk hidup bagi Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk manusia.
Dilanjutkan dengan sesi sharing kondisi anak sekolah Minggu (ASM) zaman now. Pnt. Maya ternyata menjalankan riset pribadi, untuk meneliti perkembangan situasi dan kondisi anak-anak sekolah Minggu zaman sekarang, yang berbeda generasi. Hal ini berdampak pada perkembangan sosial, emosional, bahasa mereka, dan masalah-masalah yang lainnya. Penjelasannya membuka mata kami, setiap GSM yang mendengarkan. Kami seperti berlomba dengan dunia, untuk menjangkau jiwa-jiwa domba kecil yang kami layani, untuk mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya sejak dini.

Kebaktian Pembukaan dan Sharing Kondisi ASM Zaman Now, Dilayani oleh Pnt. Maya Waloni (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Panggilan Pelayanan
Pada sesi pertama ini, Pdt. Danny Purnama mengawali dengan sharing pribadinya, bagaimana ia terpanggil menjadi hamba Tuhan. Ternyata, panggilan sebagai pelayan Tuhan berbeda-beda pada tiap orang. Adalah suatu anugerah, bila Tuhan memanggil kita sebagai pelayan-Nya. Dalam 2Korintus 5:15, kita dapat melihat betapa Tuhan begitu mengasihi kita, bahkan memberikan diri-Nya, mati untuk kita. Maka, selayaknyalah bila hidup kita dipersembahkan untuk Tuhan. Kita diangkat menjadi mitra kerja Allah, juga mitra kerja pendeta di ladang sekolah Minggu (SM). Kita sebagai penabur benih firman Tuhan buat anak-anak SM, tetapi Allahlah yang memberi pertumbuhan. Kata “guru” dalam bahasa Jawa diartikan sebagai sosok yang digugu dan ditiru. Dalam bahasa Sansekerta, kata “guru” diambil dari kata “gu” yang berarti gelap, berubah menjadi “ru”, yang berarti terang. Maka, GSM dapat diartikan sebagai sosok yang membawa anak-anak kepada terang Kristus.

Sesi 1, "Panggilan Pelayanan" oleh Pdt.Danny Purnama (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Working Group

Menikmati Berkat Jasmani, Makan Siang Bersama (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Sebelum melanjutkan ke sesi berikutnya, para GSM diminta mendeskripsikan ciri-ciri GSM yang baik, secara spiritual, skill, maupun relasi. Jawaban pribadi GSM akan di-sharing-kan ke teman sebelahnya dan digabungkan, demikian seterusnya. Ternyata, jawaban yang digabungkan saling melengkapi rekan-rekan sesama GSM. Kegiatan ini sederhana, tetapi menyentak diri pribadi GSM, untuk berefleksi bagaimana menjadi GSM yang baik dan benar di mata Tuhan.
Waktu sudah menunjukkan lebih dari pukul 12.00. Saatnya foto bersama, dan tentu saja makan siang. Peserta antre dengan tertib, diselingi dengan canda gurau. Antrean peserta padat merayap, karena hanya ada satu sisi pengambilan konsumsi prasmanan. Tiba di antrean berikut, ternyata ada sayur yang kosong, belum terisi oleh pramusaji, piring yang ternyata kurang, sedangkan antrean masih panjang, sendok yang habis, dan Ratna Kartika – Pembina Komisi Anak – hanya mendapatkan seujung jempol bihun goreng. Namun, keadaan tersebut tidak membuat peserta mengeluh. Sambil menunggu pramusaji datang mengisi sayur, para GSM yang mengantre malah ber-fellowship. Piring yang tinggal satu-satunya diberikan kepada GSM lainnya, tetapi yang menerima piring malah mempersilahkan GSM lain lagi yang mengambil. Melihat hal ini, bisa dikatakan, GSM GKI Gading Serpong saling mendahulukan orang lain dengan kasih, dan memiliki relasi yang indah.

Sharing Jawaban Pribadi tentang Deskripsi Ciri-ciri GSM yang Baik dalam Sesi Working Group (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Motivasi Pelayan Kristus

Sharing Pelayanan oleh Ribkah Christianty, dengan Moderator Ratna Kartika di Sesi 2, "Motivasi Pelayan Kristus" (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Pdt. Alex Nanlohy membahas dengan singkat, padat, dan jelas 1Petrus 5:2–4, tentang bagaimana GSM diperintahkan (bukan diminta) Allah untuk menggembalakan kawanan domba Allah yang ada. Berbeda dari sesi biasanya, dalam sesi ini dihadirkan seorang bintang tamu, yaitu Ribkah Christianty, dengan Ratna Kartika sebagai moderator.
Ribkah giat melayani di SM sejak muda hingga melewati usia pensiun. Pelayanan dan sharing-nya menjadi salah satu contoh teladan untuk kami, para GSM yang lebih muda, untuk terus termotivasi, setia melayani di ladang-Nya, di sekolah Minggu.
Pukul 14.00, saatnya peserta memasuki kamar hotel bersama teman-teman sekamarnya, untuk rehat dan mandi. Pukul 16.00, hidangan snack sore sudah tersedia di ruang makan. Kopi dan teh hangat menyegarkan dan memberi semangat kepada setiap peserta untuk memasuki sesi berikutnya.
Tantangan Pelayan Kristus
Sesi ini diawali Pdt.Alex Nanlohy dengan pertanyaan-pertanyaan santai tetapi mengena, yang meminta kejujuran dan keberanian peserta untuk mengakui keadaannya saat ini. Pdt. Alex berkata, “Yang hari ini datang ke retret dengan kondisi badan masih capek, silahkan berdiri,” juga “yang pernah merasa ‘Ya sudah, jalani saja pelayanan ini,’ silahkan berdiri”.
Luar biasa antusiasme para peserta retret GSM. Mereka berani menjawab dengan berdiri dan mengakui kelemahan-kelemahannya. Firman Tuhan dari 1Petrus 4:10–11 mengingatkan, tujuan pelayanan bukan agar dilihat orang, tetapi supaya Allah dimuliakan. Memang, tidak semudah itu. Ada banyak tantangan yang dihadapi dalam pelayanan dan kehidupan pribadi kita. Sering kali, kita menganggap tantangan itu datang dari luar diri. Ternyata, tantangan dari dalam diri juga ada, tidak pernah hilang, dan akan terus ada. Namun, marilah terus bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus, untuk menghadapi tantangan berikutnya. Pdt. Alex mengingatkan, ada Roh Kudus yang setia memberi kita kuasa dan semangat sebagai penatalayan, untuk mengerjakan panggilan Tuhan.
Refleksi dan Komitmen

Ratna Kartika Memimpin Pujian dalam Sesi "Refleksi dan Komitmen" (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Di sesi keempat, Pdt. Alex Nanlohy mengambil Daud dalam 2Samuel 5:17–25 sebagai contoh tokoh yang selalu bertanya kepada Tuhan sebelum maju berperang. Padahal, sebagai prajurit dan panglima yang berpengalaman dan selalu menang dalam perang, Daud sendiri bisa saja menyusun strategi perang yang hebat. Lalu, bagaimana dengan kita sebagai pelayan Tuhan? Apakah kita, yang sudah berpengalaman, mengandalkan pengalaman kita dalam melayani, atau mengandalkan kekuatan Tuhan? Salah satu quote yang menyentak kami adalah “Experience is a great teacher, but surely God is the true Leader.” Benar! Kita tidak bisa berjalan terus tanpa bergantung penuh pada Tuhan, seperti tema retret ini, dengan “Reconnect, Recharge, Refresh”, kiranya akan mengokohkan komitmen kami sebagai GSM.
Pdt. Alex Nanlohy Menyampaikan Firman Tuhan (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Peserta diminta duduk berkelompok, dipimpin PIC kelompok masing-masing. Setiap GSM diminta membaca, berefleksi di tiap-tiap sesi dalam retret ini, dan memilih butir-butir ikrar GSM GKI Gading Serpong sebagai janji pribadi, untuk bertumbuh dan terus berkomitmen menjadi GSM yang indah di hadapan Allah dan sesama. Sesudah itu, masing-masing GSM membacakan butir ikrar yang dipilih, dan menutup sesi terakhir dengan doa penutup di kelompok, dan masuk ke kamar untuk beristirahat. Di luar perkiraan, ternyata di sesi kelompok ini, banyak sekali sharing yang mendalam dari tiap peserta. Waktu yang dipakai, tubuh yang lelah, dan mata yang mengantuk tidak diperhitungkan lagi. Semua peserta tenggelam dalam sharing. Ada yang berbicara, yang lain mendengarkan dengan kasih dan empati yang mendalam, saling support, dan relasi antar-GSM pun menjadi semakin dekat. Sungguh indah dan ajaib perbuatan Allah kita. Roh Kudus menyentuh hati setiap peserta, memberi kekuatan, kedamaian, dan semangat yang baru.
Hari Kedua
Praise and Worship

Christy Rika Elvira Zulkarnaen Membawakan Sharing dalam Praise and Worship Pagi (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Pukul 6.30, para peserta sudah hadir di aula, siap untuk mengikuti praise and worship. Semua menyembah Tuhan dalam puji-pujian, mengingat kebaikan dan kuasa Tuhan. Dalam kesempatan ini, Christy Rika Elvira Zulkarnaen, memberi kesaksian singkat bagaimana ia terpanggil menjadi hamba Tuhan.

Tidak Hanya Menjadi Pendengar yang Pasif, Peserta pun Bisa Bertanya dalam Sesi (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Acara dilanjutkan dengan evaluasi tiap jenjang, yang dipimpin oleh koordinator jenjang. Para GSM duduk melingkar sesuai jenjang masing-masing. Kami membahas kebutuhan juga masalah (bila ada) pada tiap kelas, dan mencari solusinya. Setelah selesai evaluasi, peserta menuju ruang makan untuk sarapan bersama. Kini, tiba waktunya untuk refresh!

Larut dalam Diskusi Kelompok, Men-sharing-kan Butir-butir Ikrar KOMITMEN yang Sudah Diambil (Sumber: Dokumentasi GKI GS).
Outbond
Para peserta, yang terdiri dari 104 orang, dimasukkan dalam sepuluh kelompok. Ada lima pos yang harus mereka datangi, masing-masing dengan game-game seru, memperebutkan hadiah kejutan yang besar. Oleh karena itu, para peserta harus kompak dan bersinergi untuk memenangkan tiap-tiap permainan. Tapi eittss, tidak boleh menghalalkan segala cara demi kemenangan! Mari bermain untuk saling mengenal, dan sama-sama bersukacita!
Masing-masing kelompok diberi waktu paling lama dua puluh menit di tiap pos. Pos-posnya adalah: Pos 1, “Kamu Siapa, Ya?”; Pos 2, “Estafet Gaya”; Pos 3, “Oper, Bukan Opor”; Pos 4, “Lempar Ea-ea!”; dan Pos 5, “Walking Larva”.

POS 1, "Kamu Siapa, Ya?" (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)

POS 2, "Estafet Gaya" (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Semua peserta bermain dengan antusias. Semua berbaur, tidak ada senior ataupun junior. Semua mitra Tuhan, mitra sesama GSM. Tidak ada lagi pemusik, pendamping, atau guru sekolah Minggu. Semuanya dipanggil dengan panggilan yang sama, yaitu GSM (guru sekolah Minggu).
Setelah permainan outbond selesai, para peserta kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap untuk kebaktian penutup, dan tentu saja pengumuman pemenang lomba outbond.

POS 3, "Oper, Bukan Opor" (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)

POS 4, "Lempar Ea-Ea!" (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)

POS 5, "Walking Larva" (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Kebaktian Penutup
Christy Rika Elvira Zulkarnaen membawakan firman Tuhan dari 1Korintus 3:5–9, yang mengingatkan, kita semua saling melengkapi, dianalogikan dengan seperangkat alat tulis. Masing-masing alat memiliki fungsinya masing-masing, dan bergantung pada alat tulis lainnya. Tetaplah saling berpegang tangan dalam kasih dan setia melayani di sekolah Minggu.
Peneguhan Komitmen
Untuk meneguhkan komitmen peserta retret dan mengingatkan peserta, bahwa Tuhanlah yang mengutus peserta menjadi GSM, Ratna Kartika secara simbolik menyematkan pin pada keempat koordinator jenjang (korjeng), dengan kalimat peneguhan “… (nama GSM), Tuhan mengutus engkau melayani di sekolah Minggu. Gembalakanlah anak-anak SM yang telah Tuhan percayakan kepadamu dengan setia, kasih, dan bertanggung jawab. Kiranya Roh Kudus menolong dan memampukan engkau dalam setiap langkah pelayananmu.”

Penyematan Pin Komitmen dan Pengutusan Tiap Koordinator Jenjang oleh Pembina Komisi Anak (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak)

Penyematan Pin Komitmen dan Pengutusan ke Setiap GSM (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)

Tuhan, Kami Siap Diutus Sebagai Gembala dalam Pelayanan Sekolah Minggu (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Setelah itu, keempat korjeng bersama Ratna Kartika dan Christy Rika Elvira Zulkarnaen menyematkan pin komitmen pada setiap peserta. Acara berlangsung khidmat. Banyak GSM yang terharu dan menitikkan air mata, tanda kesungguhan menerima perintah penggembalaan dari Tuhan, melalui simboilik penyematan pin ini. Ya, Tuhan yang mengutus, Ia juga yang akan terus memimpin dan memberi kekuatan buat kita, yang terpanggil sesuai rencana-Nya.
Pembagian Hadiah
Tiba saatnya mengumumkan para pemenang sebelum pulang. Semua kelompok merasa menjadi pemenang. Dan, memang semuanya adalah para pemenang. Bimsalabim! Dibukalah penutup hadiah. Semua terbelalak menatap dan berangan-angan membawanya pulang. Ada gantungan baju, tudung saji, kotak makanan, kotak serba guna, dan tong sampah produk IKEA berkualitas, yang dipersembahkan untuk para GSM. Pemenang lomba dapat memilih lebih dahulu hadiah yang disukai. Bebas! Namun, cuma boleh memilih satu! Adil, dan semua senang.
Supaya Benar-benar Refresh, Semua Peserta Bebas Memilih Hadiah Games Outbond (Sumber: Dokumentasi Komisi Anak GKI GS)
Saatnya pulang ke Griya Anugerah. Di rumah, keluarga sudah menanti peserta membawa berkat dari retret 3R ini. Sampai berjumpa di retret berikutnya! Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau pimpin dengan begitu ajaib setiap acara dalam retret ini. Kami melihat kuasa dan kasih-Mu bagi setiap kami pribadi lepas pribadi. Terima kasih juga sudah memberikan teman-teman yang mendoakan, membantu, dan berlelah untuk acara retret ini. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin.
*Penulis adalah Sie Acara Panitia Retret GSM GKI Gading Serpong 2026 dan kontributor penulis Renungan Harian Anak STAR - Binawarga.