Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 19 April 2026
Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 2:14a, 36-41; Mazmur 116:1-4, 12-19; 1 Petrus 1:17-23; Lukas 24:13-35
Kita bersama milyaran orang Kristen di sepanjang sejarah termasuk dalam kelompok orang yang tidak “seberuntung” Tomas, Petrus, dan para murid lainnya. Kita tidak pernah berjumpa secara langsung dengan Yesus yang bangkit dan mencucukkan jari ke bekas paku di tangan-Nya. Tapi hal itu tidak boleh menghalangi kita untuk percaya dan beriman kepada-Nya. Karena Tuhan yang bangkit itu menjumpai kita secara pribadi lewat cara yang unik dan berbeda-beda. Sebagian dari kita berjumpa Tuhan lewat khotbah yang menyentuh dalam kebaktian, sebagian lagi berjumpa Tuhan saat ikut retret, ada juga yang berjumpa Tuhan lewat kasih dari sesama yang begitu menyentuh. Tapi pertanyaannya, setelah kita berjumpa dengan Tuhan apa yang kemudian terjadi dalam hidup kita?
Orang-orang di Yerusalem mengalami perjumpaan dengan Tuhan lewat khotbah Petrus (Kis. 2:14-36). Mereka disentuh oleh firman Tuhan yang disampaikan Petrus. Perjumpaan itu menumbuhkan kerinduan dalam hati mereka untuk mengalami perubahan. Kerinduan berubah itu tampak lewat pertanyaan mereka: “Apakah yang harus kami perbuat?” (Kis. 2:37b). Pertanyaan ini menjadi titik awal bagi orang banyak itu untuk menjadi murid-murid Yesus. Petrus dan para rasul lainnya menyambut kerinduan itu dan mengajak mereka untuk bertobat (berubah dari hidup lama) dan memberi diri dibaptis sebagai tanda pengampunan dosa. Hari itu 3000 orang memberi diri dibaptis. Dari situlah kemudian muncul jemaat mula-mula yang hidup dalam persekutuan dan disukai semua orang (Kis. 2:42-47).
Gereja di masa kini memfasilitasi berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperjumpakan umat dengan Tuhan. Berkali-kali kita mendengar khotbah dan renungan dalam kebaktian, persekutuan, pemahaman alkitab, pembinaan, retret. Mestinya perjumpaan dengan Tuhan lewat kegiatan-kegiatan itu menggetarkan dan menimbulkan kerinduan dalam hati kita untuk terus mengalami perubahan dan pertumbuhan.
Kleopas dan temannya menjadi contoh nyata bagaimana perjumpaan dengan Tuhan itu membuat mereka mengalami perubahan (Luk. 24:13-35). Perjalanan ke Emaus menuju matahari terbenam (road to sunset) yang diisi dengan kemuraman dan ketiadaan harapan, berubah menjadi perjalanan menuju matahari terbit (road to dawn) yang diisi sukacita dan kekuatan baru karena telah berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Mereka memiliki harapan baru, kekuatan, dan sukacita untuk bersaksi membagikan kepada sesamanya tentang pengalaman luar biasa setelah berjumpa dengan Tuhan Yesus yang bangkit.
Demikian pula kita, umat Tuhan di masa kini yang telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan diajak untuk menunjukkan perubahan nyata dalam hidup kita sehingga hidup yang dijalani tidak lagi sia-sia dan tanpa harapan, melainkan penuh sukacita dan semangat untuk menjadi saksi yang dapat memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi sesama.