Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 29 Maret 2026
Bacaan Alkitab: Matius 21:1-11
Ketika Yesus akan masuk ke Yerusalem, Ia minta dua orang murid-Nya untuk mencari keledai muda sebagai tumpangan-Nya untuk memasuki Yerusalem. Yesus berpesan bila ada yang bertanya kenapa dan untuk apa keledai itu dilepaskan dari tambatannya, maka para murid-Nya menjawab, “Tuhan memerlukannya.” Luar biasa! Apakah memang Tuhan sangat perlu keledai itu, sehingga bila tidak ada keledai, Ia tak bisa masuk ke Yerusalem? Sebegitu hebatnyakah sang keledai, sehingga Tuhan memerlukan bantuannya? Bukankah ini sebuah pemutarbalikan pandangan atau pemahaman normal? Selama ini, makhluk ciptaan-lah yang memerlukan Sang Pencipta. Selama ini manusialah yang memerlukan Tuhan. Selama ini kitalah yang memerlukan pertolongan Tuhan. Bukan sebaliknya.
Tapi bacaan kita hari ini justru dengan tegas menyatakan, “Tuhan memerlukannya.” Tuhan perlu manusia dan apa yang manusia punya. Tuhan perlu kita! Luar biasa, bukan? Luar biasa, karena siapa kita sehingga Tuhan memerlukan kehadiran dan karya kita. Luar biasa karena Tuhan memerlukan kita membagi dan merelakan apa yang ada pada kita untuk digunakan Tuhan bagi kebaikan, seperti sang pemilik keledai merelakan keledainya dipakai Tuhan. Tapi jangan jadi lupa diri dan jatuh pada pemuliaan diri karena hal ini.
Karenanya, sikap kita bukan kemudian jemawa kala Tuhan “memerlukan” karya dan kehadiran kita di gereja-Nya atau di tengah dunia, melainkan mestinya ada rasa gentar dan terharu, serta dengan suara bergetar kita berkata, “Siapa aku Tuhan sehingga Engkau memerlukanku?” Tuhan memerlukan keikutsertaan kita dalam pekerjaan di ladang-Nya. Tuhan memerlukan talenta dan karunia kita untuk dipakai bagi kebaikan sesama. Tuhan memerlukan kehadiran para penatua dan aktivis pelayan gereja untuk menjadi rekan sekerja-Nya dalam mengolah ladang milik-Nya. Tuhan memerlukan kerelaan kita untuk membagi yang terbaik dalam hidup kita untuk melayani dan memuliakan nama-Nya.
Selamat menjadi pengikut Kristus yang memuliakan Tuhan, jauh dari pemuliaan diri dan memberi yang terbaik lewat pelayanan kita karena Tuhan memerlukannya, memerlukan kehadiran dan kesungguhan kita semua untuk menjadi rekan sekerja-Nya.